risalah basi yang tersembunyi

2009 Januari 30
Comments Off
oleh iaksz

apa ya ???? kok jadi ngawur bin ancurr ini orang lagi nulis ?? abis

menari sufi ya ??? :D :D

………………

read more…

bintang dalam kotak

2009 Januari 29
oleh iaksz

ini cuman pendapat gue.

.

kalo dipikir2, hidup itu penuh kesibukan ya .

bahkan, yang tidak pernah sibuk pun, dia juga berusaha nampak ’sibuk’.

ya wajarlah, gue bilang pada gue sendiri.

setiap orang, pada dasarnya ingin diperhatikan.

makhluk sosial, kata pakar, selalu mencari cara agar menjadi orang yang

dibutuhkan dan membutuhkan.

ada yang melayani, ada yang dilayani.

ada yang mencari, ada yang dicari.

ada yang mengabaikan, ada yang diabaikan.

.

.

read more…

bahagiamu, dalam kesusahan itu

2009 Januari 28
oleh iaksz

memandang kehidupan

pada wajahmu sayang

kulihat bayang peradaban

mengkilat pada peluh di dahimu

read more…

ngebut oi !!

2009 Januari 28
oleh iaksz

kamu pernah ngebut ??

read more…

fatwa rokok ??

2009 Januari 25
oleh iaksz

ada banyak rokok yang dijual di pinggir jalan.

dad

spas

mereknya yalah Gudang Garam, Marlboro, A-Mild, and dJarum.

itu yang besar. Kalo yang kecil, ada Kerbau, Caping Gunung, atau Kretek

tapi jujur aja, gue belon pernah ngerokok. nyoba aja enggak.

cuman ngisep doank, itu kalo udah ga bisa nolak asap yang berseliweran

di hidung gue. dan kebanyakan, gue ngisep di angkuta. kereta. aspal.

lha, terus, ada apa dengan rokok ??

banyak. yang jelas, rokok itu manfaatnya ada lima :

spasi

spasi

menunjukkan kelas sosial. semakin tinggi kelasnya, semakin mahal

rokoknya. Cerutu Kuba misalnya.

spasi

memamerkan wibawa. tukang becak, pengangguran, bahkan

anggota DPR, merokok dan menampilkan mereknya dengan tanpa dosa.


buat vitalitas
. katanya, enggak ngerokok bikin hilang semangat kerja

kalo orang bekerja di pabrik rokok, bisa menambah uang buat belanja

istrinya.

spasi

spaso

menyumbang pendapatan negara dan media cetak/elektronik secara

besar.  coba bayangkan kalo pabrik rokok tutup. Jaman Rodi akan

berulang.

spasi

spasi

kalo ruginya mah banyak. tapi biar dokter Boyke aja yang bilang.

and terus terang, MUI boleh kok buat fatwa rokok. Itu supaya legal

dari sisi agama. kalo di-nalar, cukup Peraturan Pemerintah saja

yang mengurus rokok, jadi fatwa MUI itu, menurut saya pribadi,

hanya menegaskan, bukan mengatur.