Skip to content

Adam Malik. Malik,Adam(s). Kembar ??

Desember 4, 2008

Seorang laki-laki pengantar pos, setengah berlari masuk ke dalam

sebuah pabrik yang sangat besar. Ia berhenti sejenak di tepi pintu.

Tangannya memeluk sebuah kotak besar. Nafasnya terengah-engah,

satu-satu. Ruangan itu masih sibuk. Lalu ia berkata kepada semua

orang, “Adakah orang yang namanya Mr. Zhang ?? ” . Semua orang

berhenti bekerja. Tiba – tiba semua orang menoleh kepadanya.

Perlahan-lahan, mereka maju mendekati si tukang pos itu.

Si tukang pos itu kaget, ia mundur beberapa langkah, mengikuti

langkah berlawanan para pekerja. Lalu ia berlari. Semua orang itu

ikut berlari, mengejar. *Wooww .. kerusuhaaann .. :mrgreen: * Lalu

ada message ditengah layar : Di China, ada 88 juta orang yang

bernama Zhang.

spasi

spasi

Di lain tempat, seorang tukang pos yang lain masuk ke dalam ruangan

kerja, dan menemui seorang pekerja paruh baya. “Pesanan untuk Mr

Zhang Wei”, kata tukang pos. Pekerja itu menerima kotak itu, dan dia

bilang, “Thank you” sambil tersenyum mengelap keringat.

spasi

spasi

Saya lupa message berikutnya apa, tetapi kalo tidak salah,

wedeliveretheworld. mungkin itu. dan ada logo dari American

Express. Ada yang masih ingat dengan iklan itu ??? Sudah lama tidak

tayang di tipi, dan saya pun agak – agak lupa. Tetapi mendengar kisah

tentang Adam Malik, mantan Wapres kita dulu, saya barusan ingat

itu iklan. Saya pikun, yah ?? :mrgreen:   :mrgreen:

spasi

spasi

Tapi gue bukannya promozzi itu iclan, bukan dech .. apalagi jadi

agennya perusahaan jasa pengiriman itu .. 😀  😀 Intinya, adalah

banyak orang – orang dengan nama yang sama berserakan dimuka

bumi ini. Bukan orang saja, nama kampung, nama orang, bahkan nama

kucing saja banyak yang sama. Percaya tidak percaya, kamu memang

harus percaya sama saya. Berapa banyak orang yang namanya Agus,

Bambang, Bayu, Hendra. Apalagi kalo ditambah Setiawan, Pramono,

Hidayat. Nina, Ayu, Riska, Intan, Dinda, Maya. Itu sudah banyak, kalo

saya tambah lagi, nanti saya malah jadi peramal 😀  Nama sama,

tetapi wajah berbeda. Bisa nama asli, nama alias, atau nama samaran.

Dan yang terakhir ini adalah wajib buat orang – orang yang khusus,

para petugas intelijen, bisa juga orang di bawah perlindungan hukum.

spasi

spasi

Isu yang heboh tentang Adam Malik ini awalnya muncul dari buku

Legacy of Ashes, the History of CIA (Membongkar Kegagalan CIA)

karya Tim Weiner. si Tim Weiner ini, mendapatkan informasi ini dari

hasil wawancaranya dengan Clyde McAvoy,si perwira CIA tahun 2005.

Nah, wapres kita dibilang agen CIA oleh orang Amerika sono. Ngapain

baru muncul sekarang ? Kenapa tidak dari dulu, waktu Presiden SBY

baru naik kursi empuk di Istana Negara menjadi presiden ke tujuh ??

Kalo saya bilang, mungkin dia salah tunjuk orang. Adam Malik yang dia

rekrut mungkin bukan Adam Malik yang jadi wapres kita itu, mungkin

Adam Malik yang lain yang sekarang udah tua di rumah susun. Bisa

saja itu terjadi,dan itu BUKAN KEBETULAN.Sistem pendataan penduduk

di negara kita demikian ketinggalan jaman, kalo tidak boleh saya

bilang buruk. Yang boleh dibilang modern mungkin adalah sistem yang

dipakai dalam KTP.  ada foto, ada alamat, ada juga golongan darah,

status kawin, sampai nomor sepatu saja dicatet di ka te pe itu. Yang

barangkali sulit dipalsukan adalah SIM.  Katanya pake barcode and

Sistem Sekuriti 258 bit ya ??? 😀  Sudah dibuat online, ampuh juga

kalo dibuwat kartu kredit buwat diskon beli pakaian. Keren ya ???

spasi

spasi

di waktu saya es em pe dulu, guru bilang, Adam Malik adalah sosok

yang mandiri. Beliau dulunya angon kebo (gembala kerbau),  tidak

pernah belajar di sekolah, dan belajarnya secara otodidak, tetapi

beliau sangat cerdas. Beliau juga berani berpendapat secara terbuka,

tidak takut dengan siapapun. Kecerdasan itu membuatnya mudah

bergaul dengan siapa saja, dan beliau belajar dari pergaulannya itu

sampai akhirnya menjadi Wakil Presiden pertama Indonesia. Saya

sangat percaya dengan kalimat itu, sampai hari ini. Tetapi sekarang,

dengan berita yang meragukan ini, tampaknya yang saya dengar

dulu, harus direvisi ulang, karena saya mulai tidak percaya dengan

ucapan pak guruku itu. Dan itu membuat saya harus berpikir kritis

tentang apa saja. Bukankah hari ini tidak sama dengan hari ini,

sekian tahun yang lalu ? Butuh banyak riset dan pencarian informasi,

untuk meluruskan sejarah republik ini ke dalam jalur cerita yang

benar. Dan ini, isu tentang Adam Malik ini, buwat gue, hanyalah

rentetan kejadian dari usaha pembelokan sejarah yang telah

terjadi sebelumnya. Kawan saya, pernah cerita, dia punya seorang

kawan yang kuliah. dalam diskusi dengan dosennya, dia bertanya

tentang kebenaran Supersemar. ‘Jika Supersemar itu memang benar

ada, kenapa tidak ada yang bisa menunjukkan Surat itu ??’. Tak lama

setelah diskusi itu usai, beberapa waktu kemudian, dia dijemput oleh

beberapa orang, dan SAMPAI HARI INI, dia TIDAK PERNAH KEMBALI

ke rumahnya.

spasi

Disini, gue cuman pingin curhat, kalo pingin sejarah Indonesia kembali

kepada kebenarannya, harus ada Manajemen Riset yang Total dan

Terencana, yang intinya mencari data-data tentang Indonesia yang

sampai hari ini masih tersimpan dengan ketat dan amat rahasia di

perpustakaan nasional negara-negara sahabat di sekitar kita. Tidak

Adam Malik, tidak Supriyadi, tidak juga tentang kudeta di tahun 1965

itu. Lebih dari itu, harus diusut sampai sangat jelas, dimana letak kunci

Sejarah NKRI tersebut. 🙂  Gitu yah ???? Gimana menurut kamu ??

Iklan
2 Komentar leave one →
  1. Desember 5, 2008 9:31 am

    hanya pelaku sejarahnyah ajah yang tauk….dan mereka sudah bungkam… 😦

  2. Desember 5, 2008 1:08 pm

    Iya sih…, kita memang enggak tahu pasti sejarah sesungguhnya itu seperti apa…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: