Skip to content

demokrasi indonesia.

April 11, 2010

sepanjang yang gue bisa liat, ini negara namanya indonesia sudah ketiban tiga kali demokrasi, semenjak merdeka taon –45.

demokrasi yang pertama, yalah taon 45 itu, yalah demokrasi liberal. sepertinja itu demokrasi yang dipimpin parlemen dengan kekuasaan ditangan presiden. terus abis taon 50, ada demokrasi terpimpin, yang semua kekuasaan dipegang penuh sama presiden only. terus abis presiden sukarno down, yang naik suharto, itu presiden mbikin demokrasi pancasila. dimolainya abis taon 70-an. Nach, dalam konteks pemegang kekuasaan, gue bilang, itu demokrasi, ke3-3-nya gue sebut sebagai DEMOKRASI MILITER. Sababnya, semua demokrasi itoe dibecking oleh tentara dan personnel bersenjata, berhobong pada massa itoe duniya Indonesia sedang pesta perang.

Nah, abis presiden suharto down, terjadilah sebuah hara huru yang gawat. itu taon 98.  kata orang ini revolusi. Bah !! gue gak setojo kalo ini disebut revolusi. Buwat gue, revolusi adalah sebuah peristiwa perebutan kekuasaan yang megapower, butuh perlibatan kekuatan besar-besaran. Revolusi mensyaratkan adanya korban darah yang minimal seribu orang, bersatunya material bangunan dengan landasan bumi yang ditempatinya dan tidak menyisakan satu batapun yang utuh, dan keberhasilan secara mutlak dan tak terbantahkan dari pemenang revolusi itu. Yang terjadi di 98 itu, gue bilang huru hara saja. demonstrasi. kerusuhan. itu bokan revolusi. Taon itu, ada istilah baru yang dikenalkan, yaitu REFORMASI. sang pemenang dari peristiwa itu, menginginkan tatanan baru, pembaharuan yang besar besaran pada semua sistem kenegaraan dan hukum. Nah, abis sepoloh taon lewat, dua lebihnya, gue malah jadi muak ! reformasi yang digadang-gadang bisa jadi solusi bagi negara dan obat kuat bagi para pelakunya, tidak bisa dipasang secara epektip. Hari ini, udah ribuan kali unjukrasa yang belum pernah ada di dimokrasi sebelomnya, terjadi. Maka, pada saat ini, yang orang bilang sebagai demokrasi reformasi, gue sebut ini sebagai DEMOKRASI SIPIL . Tentara dan Polisi sudah dipisahkan sebagai dua lembaga yang di-profesional-kan, meskipun sampai pada hari ini, polisi masih harus banyak belajar menjadi profesional. Kewibawaan polisi pada hari ini dilemahkan oleh ketidakmampuan mengendalikan aksi unjuk rasa. URC yang dulunya ada, sekarang gue nggak lagi denger kabarnya. mestinya perampokan toko emas dan pelarian uang secara elektronik ini adalah urusan URC, bukan polisi biasa. URC (Unit Reaksi Cepat) sudah masanya punya helikopter sendiri dan motor balap 250 CC , jadi kalo ada aksi rampok, URC bisa ditarget 10 jam bisa tangkap itu rampok. Haha, perfeksonos ?? Tentu !!

Oww, itu. yang demokrasi sipil. Gue asal tebak aja, taon 2021, rakyat, yang hari ini secara de facto memegang kekuasaan penuh terhadap kontrol hukum dan kenegaraan akan mengembalikan peran ini kepada negara. Lalu negara dengan perundingan secara mendalam dengan tokoh masyarakat, akan memberikan peran kendali ini kapada ULAMA. dalam hal ini, orang orang beragama, dengan kata lain, akan menguasai kendali pemerintahan dan hukum secara de facto .  perkiraan gue akan sampai taon 2131. abis itu, dunia Indonesia secara tebakan akan kacau. karena manusia sudah berdampingan dengan robot. jadi, demokrasi robot ???? ah, moga tidak . hehe…

Okai, jadi urutan demokrasi Indonesia :

** DEMOKRASI MILITER –> DEMOKRASI SIPIL –> DEMOKRASI ULAMA **

DEMOKRASI MILITER <== PANCASILA <– TERPIMPIN <– LIBERAL

DEMOKRASI SIPIL <== REFORMASI

Iklan
2 Komentar leave one →
  1. Desember 9, 2010 11:31 am

    waduh….. gue yg pnya ini blog …

    tp passwordnya apa yah … lupa berat neeh …..

  2. Januari 23, 2011 11:06 pm

    kok bisa lupa password bos, coba direcover

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: